Media Center Indonesia
Indeks
Berita  

5 Fakta di Balik Gerhana Bulan Total, Apakah Menjadi Pertanda Buruk?

Gerhana Bulan Total
Gerhana Bulan Total

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia tengah heboh dengan isu tentang gerhana bulan total. Memang tepat malam nanti kabarnya akan terjadi gerhana bulan di beberapa wilayah Indonesia. Banyak orang merasa khawatir dengan fenomena gerhana bulan lantaran kerap dikaitkan dengan pertanda buruk.

Sebagai informasi, biasanya gerhana bulan terjadi dua kali per satu tahun. Kendati demikian di beberapa tahun lebih sering terjadi gerhana bulan daripada waktu biasanya. Tetapi tak banyak orang tahu tentang fakta gerhana bulan sesungguhnya.

Fakta Menarik Gerhana Bulan Total

Di masa lalu, gerhana bulan menimbulkan banyak mitos dan keyakinan tersendiri di sebagian masyarakat. Namun seiring perkembangan dunia sains, ada banyak fakta menarik yang terungkap di balik terjadinya fenomena gerhana bulan.

Melansir dari Treehugger, berikut ada lima fakta terkait gerhana bulan total yang masih jarang orang ketahui.

1. Terjadi Ketika Bulan Purnama

Rupanya gerhana bulan hanya terjadi saat bulan berada di fase purnama atau penuh. Fenomena langit tersebut terjadi saat bulan berada tepat di seberang matahari dan bumi diantara keduanya. Walaupun hanya terjadi ketika bulan purnama, namun tidak setiap bulan purnama akan terjadi fenomena gerhana bulan.

Hal itu karena orbit bulan miring sekitar lima derajat dari orbit bumi.

2. Terdapat Tiga Jenis Fenomena Gerhana Bulan

Fakta berikutnya membahas tentang gerhana bulan yang rupanya memiliki tiga jenis tersendiri. Gerhana bulan sendiri terbagi menjadi gerhana bulan total, penumbra dan parsial. Gerhana bulan secara total terjadi saat bayangan bumi menutupi bagian bulan sampai sepenuhnya.

Sedangkan gerhana bulan parsial atau sebagian yaitu ketika bayangan bumi hanya menutupi sebagian dari permukaan bulan. Sementara itu gerhana bulan penumbra akan melibatkan bayangan luar bumi yang lebih terang atau penumbra menutupi permukaan bulan.

Bayangan penumbra kerap tidak diperhatikan oleh kalangan pengamat langit. Selain itu selama gerhana bulan terjadi secara penuh, bulan nantinya mengalami gerhana parsial tepat di kedua sisinya.

3. Istilah Syzygy

Perlu Anda ketahui, Syzygy adalah istilah saat bumi, bulan dan matahari berada di posisi sejajar. Hal tersebut akan menyebabkan fenomena gerhana bulan penuh. Istilah Syzygy sendiri rupanya berasal dari bahasa Yunani yakni Syzgia.

Syzgia artinya dipasangkan bersama-sama. Kata tersebut memiliki pengucapan yang berbunyi sizigee.

4. Gerhana Bulan Berbeda Dalam Beberapa Juta Sampai Miliar Tahun

Menurut Space.com, bulan akan bergerak menjauh dari bumi dengan kecepatan sampai 16 inci setiap tahunnya. Pada akhirnya. Hal tersebut akan menyebabkan perubahan cara bayangan bumi akan muncul tepat di permukaan bulan.

Kemunculan gerhana bulan total sendiri bukanlah pertanda buruk bahkan para pengamat dapat melihatnya langsung dengan aman.

5. Bulan Akan Terlihat Berwarna Merah

Ketika gerhana bulan terjadi, maka permukaan bulan akan terlihat berwarna merah atau kemerahan. Penyebab dari perubahan warna tersebut karena atmosfer bumi yang membiaskan cahaya matahari.

Hal ini juga kerap orang sebut sebagai hamburan Rayleigh yang mana menjadi penyebab mengapa matahari terbenam dan terbit dengan warna kemerahan. Bukan itu saja, partikel-partikel di atmosfer bumi pada saat gerhana akan mempengaruhi warna bulan dan membuatnya berwarna merah.

Sementara itu gerhana bulan total 8 November 2022 bisa Anda saksikan langsung di Indonesia pada pukul 18.00 WIB saat puncak gerhana berlangsung. Dengan mengetahui sederet fakta gerhana bulan penuh, masyarakat dapat menyaksikan fenomena langit tersebut dengan rasa aman dan tenang. Bahkan Anda juga bisa ikut menyaksikan fenomena gerhana bulan pada sore hari nanti.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *