Media Center Indonesia
Indeks

Memahami Kehidupan Seorang Bipolar Disorder

Memahami Kehidupan Seorang Bipolar
Memahami Kehidupan Seorang Bipolar

Memahami kehidupan seorang bipolar memang bukan perkara yang mudah. Karena umumnya, belum banyak orang yang mengetahui tentang kondisi ini. Namun saat seorang artis menjadi viral karena memiliki kondisi tersebut, kepopuleran bipolar pun mulai terangkat.

Namun faktanya, tidak hanya public figure yang dapat menjadi seorang bipolar. Bisa siapa saja, termasuk juga orang terdekat kita. Dan sejatinya, mereka membutuhkan support dan perhatian, karena masuk dalam kategori mental illness, atau suatu gangguan kesehatan mental.

Berdasarkan catatan WHO pada 2016, penderita bipolar sudah mencapai 60 juta orang, dan masih bertambah hingga saat ini.

Suasana Hati Seorang Bipolar Disorder

Setiap manusia didunia ini, tentunya pernah merasakan suasana hati yang selalu berubah. Pengecualiannya bagi seorang bipolar, gejala emosi maupun suasana hatinya dapat berubah secara ekstrim dan tiba-tiba.

Satu saat, penderita dapat merasakan antusiasme maupun semangat yang membara. Namun hal itu dapat berubah drastis, ketika suasana hatinya sedang buruk. Penderita juga akan mengalami perasaan depresi yang berkepanjangan hingga putus asa.

Pola perasaan yang naik turun tersebut, lebih populer dengan istilah “mood swing”. Dan pada level tertentu, bisa saja berakhir dengan bunuh diri.

Hal yang sangat wajar, ketika seorang manusia sesekali akan merasakan kesedihan, kemarahan, atau harus menghadapi konflik batin. Karena sebenarnya, semua hal tersebut merupakan respons terhadap tekanan yang bertarung dengan emosi.

Bagi bipolar, semua perasaan tersebut bukanlah suatu hal wajar, karena dapat mengganggu keseharian hidupnya. Ketidaknyamanan tersebut akan terus berulang dalam jangka waktu yang panjang, hingga dapat mempengaruhi kehidupan sosialnya. 

Setiap episode depresi yang datang menghampiri hidupnya, dapat berakibat buruk pada emosi. Beberapa perasaan yang mungkin akan timbul, contohnya seperti perasaan benci kepada setiap orang, atau merasa tidak berguna dan  tidak bahagia.

Namun sebaliknya, dalam kondisi gembira seorang bipolar akan merasakan kehidupan yang membuatnya “terlalu sangat bahagia”. 

Berita Terkait

Manfaat Jahe untuk Kesehatan

Penyakit Hepatitis: Jenis serta Penyebabnya

Memahami Untuk Memberikan Bantuan

Ketika seorang bipolar disorder tengah mengalami situasi manik depresif, tidak ada salahnya untuk kita memahami kondisinya terlebih dahulu. Karena sesungguhnya, hal tersebut merupakan langkah awal terbaik untuk dapat memberikan bantuan selanjutnya.

Kemudian, cobalah untuk memberikan pengertian, tentang pentingnya mencari bantuan seorang ahli. Dalam hal ini, adalah seorang psikolog, yang lebih memahami akan kondisi tersebut.

Pasalnya, seorang bipolar seringkali merasakan ketakutan yang berlebihan, terutama yang berhubungan dengan stigma kesehatan mental. Ketakutan itu biasanya didasari dari persepsi orang lain, perlakuan diskriminasi, hingga mendapatkan label akan “mental illness” itu sendiri.

Sebelum itu semua terjadi, disinilah peranan orang terdekat sangat diperlukan. Khususnya, sebagai bantuan, serta tanda akan kasih sayang yang tulus. Biarkan seorang bipolar mengeluarkan segala isi hatinya, dan apa yang dirasakan. 

Ketika seseorang tengah melakuka hal tersebut, artinya sama dengan sebuah pengakuan, bahwa dirinya membutuhkan pertolongan dan pengobatan. Cobalah untuk tidak menutup mata dan telinga, akan ketakutan seseorang yang sedang mengalami sakit pada mentalnya. 

Jangan biarkan perasaan takut dan sakitnya mental seseorang, harus berakhir dengan tragedi. Karena terkadang, seorang bipolar tidak selalu dapat menyadari, bahwa dirinya membutuhkan pertolongan.

Penutup

Gangguan bipolar bukanlah suatu kelemahan, bahkan dapat menjadi suatu kekuatan, jika dapat menghadapinya dengan baik dan bijak. Selalu ada dua sisi dalam diri setiap manusia, yaitu baik dan buruk.

Begitupun dengan bipolar disorder, yang selalu berhadapan dengan dua pilihan. Berusaha untuk sembuh dan menjalani kehidupan yang lebih sehat, atau terus tenggelam dalam rasa sakit.

Hal buruk tidak perlu terjadi, selama kita dapat memahami kehidupan seorang bipolar. Karena sebenarnya, mereka tidak sendirian dan tidak perlu menyerah dengan rasa takut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *